Teliti kinerja BPK, Kepala Auditor BPK raih gelar doktor
Kepala Auditorat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Didik Julianto resmi menyandang gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Elshinta.com - Kepala Auditorat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Didik Julianto resmi menyandang gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Lulusan STAN tahun 1994 ini berhak menyandang gelar Doktor setelah mampu mempertahankan disertasinya yang berjudul "Peran Adversity Quotient, Team Collaboration dan Supervisi Terhadap Kinerja Auditor Melalui Motivasi Kerja Sebagai Mediasi" dalam Sidang Terbuka, Senin (14/2).
Penelitian Didik yang dipromotori oleh Guru Besar Tetap Esa Unggul, Prof Dr. Ir. Kazan Gunawan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh adversity quotient (AQ), team collaboration, dan supervisi terhadap kinerja auditor dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi.
Sebagai Dewan Penguji dalam sidang terbuka ini yakni Prof. Dr. Dedi Purwana, Prof. Dr. Hamidah, Agung Dharmawan Ph.D, Dr Etty Gurendrawati, dan Prof. Nurul Indarti Phd , Guru Besar UGM . Sementara Prof Dr. Ir. Kazan Gunawan sebagai promotor dan Prof. Dr. I Ketut Sudiartha sebagai Co Promotor. Hadir juga Anggota VII BPK RI, Dr. Daniel Lumbang Tobing, beserta unsur pimpinan BPK lainnya seperti Dr. Adib, Dr. Heru Kreshna Reza, dan Dr. Herry Subowo.
Dalam disertasinya, Didik menyimpulkan bahwa ternyata AQ berpengaruh langsung positif terhadap Kinerja Auditor. Artinya, semakin tangguh seorang auditor maka akan semakin tinggi Kinerja auditor yang bersangkutan. Selain itu, kolaborasi tim juga berpengaruh langsung positif terhadap auditor performance. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin efektif sebuah tim, maka akan semakin baik kinerja auditor yang berada dalam tim tersebut.
Didik yang memperoleh gelar masternya di School of Computer Science, University of Birmingham, Inggris ini menyarankan kepada BPK untuk memperhatikan dan meningkatkan efektifitas tim pemeriksa (team collaboration) agar dapat meningkatkan kinerja auditor karena variable inilah yang paling berpengaruh terhadap kinerja auditor.
"Peningkatan efektifitas tim dapat dilakukan antara lain dengan cara pelatihan kerja sama tim, penyelesaian permasalahan secara kelompok, diskusi kelompok dan pelibatan auditor dalam proses penyusunan tim," kata Didik dalam pemaparan disertasinya yang digelar online, Senin (14/2).
Ia menyarankan agar BPK mempertimbangkan berbagai perbaikan berkelanjutan, terutama yang berkaitan dengan indikator sasaran kerja
pemeriksaan. Menurutnya, perbaikan dapat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan teknis tentang penyusunan dan pelaksanaan prosedur audit serta penyusunan Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP).
Didik juga memberikan rekomendasi kepada BPK untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan supervisi yang dilakukan selama ini baik dalam hal metode supervisi, banyaknya layer supervisi, dan kegiatan yang perlu dilakukan dalam setiap pelaksanaan supervisi. Menurutnya, supervisi yang dilakukan selama ini dirasakan oleh auditor belum mampu mempengaruhi mereka dalam meningkatkan kinerja mereka.
"Oleh sebabnya supervisi harus dilaksanakan dengan baik karena jika tidak maka tidak akan memiliki pengaruh sama sekali kepada auditor atau bahkan justru akan kontraproduktif bagi kinerja auditor," kata Didik Julianto menambahkan.
Yang juga tidak kalah penting, kata pria yang mendapatkan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun dan 20 tahun dari Presiden RI, adalah agar Biro SDM tidak saja melakukan analisis beban kerja namun perlu juga melakukan pemerataan sasaran kerja, mengoptimalkan pemenuhan formasi, dan penambahan SDM pemeriksa baik melalui rekrutmen baru, mutasi diagonal, maupun satker penunjang pendukung.
Dalam disertasinya, BPK juga disarankan untuk mempertimbangkan berbagai perbaikan berkelanjutan, terutama yang berkaitan dengan indikator endurance. Perbaikan dapat dilakukan antara lain dengan cara pelaksanaan coaching dan mentoring oleh atasan auditor atau jika diperlukan konseling oleh Biro SDM.